
Mimisi Tjin lahir dengan penyakit langka yang membuat separuh wajahnya ruam kemerahan.
24 tahun kemudian, ruam kemerahan itu makin parah menggerogoti bibirnya hingga membusuk. Miris, Mimi tak bisa mengeluh kesakitan karena ia gangguan mental.

Masa kecil Mimisi Tjin (陳) tak seindah teman sebayanya. Sejak berusia 3 bulan ia sudah berjuang melawan penyakit bawaan yang membuat bibir dan lidahnya bengkak tak wajar hingga ia kesulitan untuk mengucap sepatah kata.
Seolah tak cukup penderitaan yang dialaminya, Mimi juga sulit berjalan saat kecil membuatnya sering terjatuh hingga kepalanya bocor. Sampai sekarang ia tak bisa melakukan apa-apa jika tak dibantu ibu atau ayahnya.

Bertahun-tahun Mimi berjuang sembuh tapi bengkak di mulutnya malah membesar dan ternyata menjadi tumor ganas.
Dibalik kesulitannya mengungkapkan rasa sakit, benjolan tumor membesar hingga 5 cm di mulut Mimi berisi darah, kadang bernanah hingga mengeluarkan bau busuk.

Selama ini ibu dan ayahnya sudah berjuang untuk pengobatan Mimi sampai menghabiskan tabungan mereka karena upah sebagai buruh tani dibawah UMR dan obat-obatan Mimi harganya tidak murah.
Saat ini kondisi Mimi sudah darurat operasi dan jika ditunda lebih lama bisa membahayakan nyawanya dan beresiko saraf di mulutnya mati total.

![]()
Belum ada Fundraiser